begini ulasannya…pecandu pornografi di Indonesia sudah tergolong sangat mengkhawatirkan, bahkan bahaya kecanduan pornografi lebih berbahaya daripada narkoba. Pasalnya, pornografi merusak syaraf otak lebih banyak dibanding narkoba.

Direktur Lembaga Studi Pengembangan Perempuan dan Anak (LSPPA) DIY Ifa Aryani pada seminar Hari Anak Nasional di Bangsal Sewoko Projo Wonosari mengatakan, meski sekarang ini banyak digencarkan tentang gerakan antinarkoba, bahkan ancaman hukumannya juga sangat berat, tetapi dilihat dari tingkat bahayanya, justru kalah dengan kasus pornografi.

“Semakin banyak materi pornografi yang masuk ke otak bagian belakang, maka bagian otak lainnya menjadi kurang aktif, terutama otak bagian belakang,” katanya.

coba lihat videonya :

Dijelaskannya, bahaya pornografi bisa merusak lima syaraf otak, terutama bagian otak yang tepat berada di belakang dahi, sementara narkoba menyebabkan tiga syaraf rusak. Kerusakan otak tersebut, kata Afi, akan membuat orang tidak bisa membuat perencanaan, tidak bisa mengendalikan emosi, tidak bisa mengambil keputusan dan berbagai peran eksekutif otak sebagai pengendali.

Afi mendeteksi pecandu pornografi lebih sulit dibandingkan dengan pecandu narkoba. Ditambahkan, dampak lain kecanduan pornografi adalah tidak bisa konsentrasi, tampak lelah, lesu, perhatian terpecah, mudah lupa, sakit-sakitan karena menurunnya daya tahan tubuh dan berpikir negatif.

“Pada dasarnya sama dengan pecandu narkoba, tetapi pecandu pornografi lebih mudah memperoleh, bahkan melalui telefon genggam,” ujarnya.

Diakuinya, kecanduan tersebut tidak tampak, sehingga lebih sulit dideteksi, lambat laun menimbulkan kerusakan otak yang permanen melebihi kecanduan narkoba dan pengobatannya pun cenderung lebih sulit. “Apalagi jika kecanduan terjadi pada anak dan remaja, karena perkembangan otaknya belum baik,” tutupnya.

Seram banget ya Sob?! O_o

 

source : annida-online.com

One thought on “Kalian Harus Tau Pornografi lebih bahaya dari Narkoba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *