Baca Materi ini sebelum menjawab pertanyaan !

Pengujian perangkat lunak (software testing) adalah bagian integral dari sebuah pembangunan perangkat lunak (software development). Sering kali, pembangunan sebuah perangkat lunak disempitkan dengan pengkodean (coding) atau pemrograman dan pengujian perangkat lunak adalah salah satu proses vital dalam pembangunan perangkat lunak yang sering diabaikan.

Padahal proses ini sangat penting, terutama untuk pembangunan perangkat lunak yang akan diproduksi secara massal (mass production) yang menuntut adanya jaminan mutu dan bebas kesalahan (bug-free) sebelum masuk pada tahap produksi. Meskipun begitu, untuk pembangunan perangkat lunak berdiri sendiri (standalone) atau dibangun untuk keperluan tertentu (in-house development), proses pengujian akan dapat menurunkan biaya pembangunan (development cost) dan biaya perawatan (maintenance cost).

Tulisan ini bertujuan memberikan gambaran umum tentang pengujian perangkat lunak dan mengklarisifikasi beberapa istilah yang sering membingungkan. Secara umum pengujian perangkat lunak adalah satu proses mengeksekusi perangkat lunak yang dibangunkan untuk mendeteksi dan menemukan perbedaan antara aktual dan yang dirancang atau diperlukan atau dituntut atau diharapkan. Lebih detilnya, definisi “Testing” menurut American National Standards Institute dan IEEE adalah sebagai berikut:

“A process of analyzing a software item to detect the differences between existing and required conditions (that is defects/errors/bugs) and to evaluate the features of the software item”

Dapat dikatakan bahwa tujuan utama pengujian perangkat lunak adalah untuk memastikan tidak ada kesalahan dengan ekspektasi yang diharapkan yang tertuang dalam rencana dan perancangan yang telah dibuat dan disetujui sebelumnya.

Lalu kapan sebenarnya pengujian perangkat lunak itu perlu dilakukan dan kapan pengujian harus diakhiri? Tidak ada satu petunjuk yang memastikan kapan harus dimulai, tetapi ditahun 1976 Boehm menyimpulkan dari beberapa studi kasus di beberapa perusahaan besar IT dunia, bahwa semakin lambat satu kesalahan ditemukan, maka biaya perbaikannya akan meningkat pesat secara exponensial seperti digambar berikut.

Menentukan kapan pengujian perangkat lunak harus dihentikan lebih sulit lagi, karena tidak ada seseorang pun yang dapat mengatakan bahwa perangkat lunaknya telah teruji 100%.  Akan tetapi ada beberapa kondisi atau keadaan dimana bisa dipertimbangkan bahwa pengujian suatu perangkat lunak bisa dihentikan.

Pertama, bila tenggat (batas akhir) waktu pengujian telah ditentukan dan telah sampai waktu tenggatnya.

Kedua, bila eksekusi dengan skenario hasil yang ditetapkan telah selesai.

Ketiga, bila fungsi yang harus ada dan tingkat pengkodean telah mencapai batas tertentu.

Keempat, bila tingkat kesalahan (bug rate) turun pada level yang bisa ditolerir dan tidak ada kesalahan fatal yang terindentifikasi.

Dan, terakhir apabila ada keputusan dari pihak manajemen.

 

jawablah pertanyaan berikut ini :

  1. Menurut anda apa yang akan terjadi apabila pengujian perangkat lunak semakin lama kita lakukan ? jelaskan !
  2. Dan Kalaupun Kita Gagal dalam melakukan pengujian Perangkat lunak maka apa yang akan terjadi ? jelaskan !

kalian bisa gunakan semua referensi yang ada di internet untuk menjawab pertanyaan tersebut dan jangan asal jawab , baca materi jawaban yang kalian temukan yang menurut kalian cocok untuk menjawab 2 pertanyaan tersebut diatas.

jawablah pertanyaan tersebut langsung pada kolom komentar dibawah materi ini, apabila ada yang ingin ditanyakan silahkan tanyakan pada kolom komentar dibawah ini juga .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *